~~~~~~
July 21, 2006Orang yang cinta dunia sangat takut kekurangan harta,
sedangkan orang yang cinta akhirat khawatir
jika harta yang banyak menyulitkan hisabnya di hari pembalasan
Orang yang cinta dunia sangat takut kekurangan harta,
sedangkan orang yang cinta akhirat khawatir
jika harta yang banyak menyulitkan hisabnya di hari pembalasan
1. Allah Maha tahu keadaan kita, lebih tahu daripada kita sendiri. Dia tidak akan pernah mendzolimi hambaNya, hadapilah setiap persoalan sesuai tuntunanNya sambil bergantung hanya kepadaNya.
2. Jangan terjebak oleh rasa takut sebelum menghadapi persoalan, sudah sering kita cemas dan gentar diawal, tapi sesudah dihadapi ternyata tak segawat yang diduga.
3. Berani hidup berarti harus berani menghadapi masalah, jangan takut dan gentar, hadapi dengan benar dan tawakal, karena setiap masalah sudah diukur Allah sesuai kemampuan kita.
4. Gelas bening berisi air bening mudah nampak kotoran yang masuk. Hati beningpun demikian mudah tahu dan sadar setiap kali berbuat kesalahan, peka dan mudah tobat.
5. Persoalan adalah bagian dari kehidupan kita, pasti ada. Mencegah berarti meminimalkan adalah kebaikan, tapi lari dari masalah berarti membesarkan bencana.
6. Gelas kotor berisi air keruh tak bisa mendeteksi kotoran yang masuk. Begitulah hati yang keruh dan kotor tak mau mengaku bersalah walau berlumur dosa dan maksiat.
7. Sikap emosional ciri belum terampil mengendalikan diri. Bagaimana mungkin mengendalikan orang lain dengan baik, bila diri sendiri kurang terkendali. Jangan emosi.
8. Kekuatan terhebat dan terdahsyat dari seorang pemimpin adalah keteladanan. Jangan menyuruh sebelum menyuruh diri, jangan melarang sebelum melarang diri. Rasakan manfaatnya.
9. Alangkah indahnya hari ini jika kita awali dengan wajah cerah, senyum tulus, kata – kata penuh semangat dalam kebaikan, tak ada yang terganggu, yang ada hanya manfaat dan manfaat.
10. Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi, siapapun yang tak siap dengan perubahan dan tak sungguh – sungguh merubah diri menjadi lebih baik niscaya akan berat menghadapi hidup ini.
11. Hati yang bening akan peka terhadap ladang amal, sehingga apapun yang dia lihat menjadi ladang amal sholehnya, walau sekecil apapun, misal memungut puntung rokok.
12. Air yang menetes terus menerus walau kecil akan melubangi batu. Begitulah kelembutan yang konsisten / istiqomah, merupakan kekuatan merubah sekeras apapun hati, Insya Alloh.
13. Hati – hati ! Kebiasaan mudah mengkritik dan mengoreksi orang lain tanpa memperhatikan niat, etika, dan suasana, niscaya akan membuat kita dijauhi dan tak disukai.
14. Keberanian untuk mengatakan “Tidak Tahu” untuk yang tidak diketahui jauh akan lebih menenangkan dan dihormati daripada selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu.
15. Kunci sukses diri 2T ; Terus temukan kekurangan diri, Terus kembangkan potensi diri.
16. Kesombongan merupakan tanda kebodohan, bodoh tidak tahu bahwa dirinya milik Tuhannya, dan bodoh tidak tahu bahwa kesombongan tidak menambah selain kehinaan.
17. Bila cermin kotor, bagaimana mungkin digunakan untuk bercermin orang lain, sedang bercermin diri saja sulit. Begitulah jika hati kotor sulit jadi teladan, karena menilai diri saja tidak bisa.
18. Kemarahan yang tidak pada tempatnya dan tidak dengan cara yang tepat, lebih banyak menimbulkan masalah baru daripada menyelesaikan masalah yang ada.
19. Tidak akan tepat dan adil dalam mengambil keputusan, kecuali diawali dengan mencari informasi, data, dan fakta seakurat dan selengkap mungkin serta tidak emosional.
20. Kurangi kebiasaan menyuruh dan melarang, karena yang penting adalah membuat orang paham, bila paham orang akan melaksanakan dengan kesungguhan dan ketulusan.
21. Jangan terpukau oleh tingginya jabatan, tetapi ingat akan tingginya resiko yang dipikul. Jangan terpesona oleh besarnya kekuasaan, tetapi ingat akan besarnya tanggung jawab.
22. Lari dari tanggung jawab adalah perbuatan yang amat hina, termasuk perbuatan munafik. Kehormatan dan harga diri seorang pemimpin adalah kemampuan memikul tanggung jawab.
23. Pemimpin yang baik bukan yang menuntut bawahannya harus bekerja dengan baik, tetapi sampai sejauh mana dia membantu anggotanya bisa bekerja dengan baik.
24. Sikap arif dan bijaksana adalah kemampuan seseorang untuk memilih yang utama diantara yang terbaik. Oleh karena itu hanya orang yang gemar melakukan yang terbaiklah yang bisa berbuat bijaksana.
25. Kerendahan hati seorang pemimpin merupakan tanda kekuatan dan kematangan pribadinya, yang tidak menjadi sombong dengan kedudukannya. Karena kesombongan tanda kelemahan.
26. Ciri keteladanan kita kurang tulus adalah : banyaknya keluhan dan kekecewaan diri serta melemahnya semangat kita melihat tim belum mengikuti yang dicontohkan.
27. Komentar spontan kita mungkin hanya satu patah kata, tetapi bisa melukai hati dan menimbulkan kebencian mendalam. Oleh karena itu waspadalah walau hanya sepatah kata.
28. Semakin menjadi pemarah, maka semakin tak disukai siapapun. Karena kata, sikap, dan keputusan pemarah lebih cenderung memuaskan nafsu, menyakiti, dan tidak adil.
Mudah2-an kita menjadi orang yg selalu bersyukur, menjaga sholat, dan menggapai ma’rifah…..amien…..
Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu solatnya
seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.
Maka sempatkanlah bagimu untuk eribadah…………..dan bersegeralah!
Siapakah orang yang manis senyumanya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah
lalu dia berucap “Inna lillahi wainna illaihi rajiuun.” Kemudian berkata,”Ya RabbI,
Aku redha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman.
Maka berbaik hatilah dan bersabar……………
Siapakah orang yang kaya ?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada
dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau terima dan berbagilah…….
Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada, selalu
menumpuk-numpukkan harta. Maka janganlah kau menjadi kikir juga dengki…….
Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan
namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Maka hargailah waktumu dan bersegeralah…………..
Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Maka peliharalah akhlakmu dari dosa dan noda………………………..
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan dimana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Maka beramal shalehlah selagi sempat dan mampu……………
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit ?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati
tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.
Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah dunia…………
Siapakah orang yang mempunyai akal ?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak
karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Maka peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal mungkin
untuk mengharap ridho-Nya…………..
Siapakah org yg PELIT ?
Orang yg pelit ialah org yg membiarkan atau membuang email ini begitu saja,
malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.
Maka sampaikanlah kepada yang lain sedikit berita gembira ini selagi sempat,
karena tiada ruginya bagimu………..
Seluruh anak cucu bani Adam pada dasarnya diciptakan Allah
pada kondisi yang sama yaitu dalam keadaan putih dan Islam.
kita tidak akan diturunkan kedunia dari alam ruh sebelum kita
berikrar tunduk, patuh kepada Allah SWT.
Seiring perjalanan waktu, lahir, kanak-kanak, remaja, dewasa,
tua dan kembali kepada-Nya, ditengah situasi dan kondisi dan
lingkungan yang berbeda-beda kita bisa berubah menjadi
yahudi, nasrani, majusi, dsb.
Dalam perjalanan hidup tanpa disadari sedikit demi sedikit
kita terseret kepada situasi yang mempertuhankan duniawi,
melupakan Allah dengan kata lain dunia satu Allah nomor dua.
Pada situasi ini diri kita lahir bathin yang tadinya putih
bersih mulai ternoda akibat wudhu perbuatan kita sendiri yang
melanggar apa yang dilarang Allah. Kita baru menyadari
setelah ditengah perjalanan, dan menyaksikan hasil yang
diperoleh hanyalah kesengsaraan, kegelisahan, tidak ada
ketenangan dan kebangkrutan. Permasalahan mulai timbul ketika
kebingungan mencari jalan memperbaiki diri dan kembali.
Tindak tanduk wudhu perbuatan adalah aplikasi dari kondisi
ruhani. Ruhani pusatnya adalah hati,dimana hati yang bersih
berarti ruhani / jiwanya bersih. Hati yang putih bersih
adalah hati yang senantiasa dibiasi oleh nur/rahmat Allah.
Wudhu perbuatan sehari-hari yang bersumber dari hati bersih
inilah merupakan puncak EMOTIONAL SPRITUAL QUOTIENT /
KECERDASAN EMOSIONAL DAN SPRITUAL dan ini merupakan
implementasi dan Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 285,
sami’naa wa atha’naa
Bagaimana membersihkan hati ? tiada lain dengan dizikir jiwa
/ qalby, karena dzikirlah pembersih hati. Dzikir jiwa berarti
jiwa kita yang berdzikir bukan hanya dilisan atau lapaz saja
namun seluruh tubuh kita sampai sel-sel darah / saraf yang
paling halus seperti yang tercantum dalam firman Allah, surat
Al-Isra 44.
“tujuh lapis langit dan bumi dengan segala isinya semuanya
memuja Allah. Tiada satupun kecualinya, semua memuja
dengan pengagungan kepada-Nya. Tetapi kamu sekalipun tidak
mengerti pujaan mereka itu. Sesungguhnya Dia Maha
Penyantun dan Pengampun”.
Kapan dan dimana kita berdzikir / ingat kepada Allah ?
Berdzikir / mengingat Allah tiada mengenal tempat/ruang dan
waktu dari pagi hingga petang. Kenapa demikian ? karena tiada
satupun hamba Allah yang dijamin maksum oleh-Nya selain
Rasulullah. Sedangkan kita selalu penuh alpa, lengah, lalai
dan iblis / syathan sangatlah ahli dalam memanfaatkan
kelemahan sifat manusia serta tidak pernah lelah dari waktu
ke waktu berusaha menambah pengikutnya. Oleh karena itulah
Allah SWT sudah memberi tuntutan dalam firman Na, surat Al -
A’raaf 205.
“dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hati dengan khidmat dan
penuh rasa takut dengan suara sedikit rendah, tidak
keras melengking diwaktu pagi dan petang. Dan janganlah
engkau termasuk orang-orang yang lalai.”
Dan Rasulullah telah mencontohkan dalam wudhu perbuatannya,
minimal 70 kali dalam sehari beliau memohon ampun ke
khadirat-Nya.
Sudah barang tentu proses pembersihan jiwa ini satu sama lain
tidaklah sama, tergantung dari sejarah perjalanan hidup
masing-masing dan seberapa cepat kita diberi hidayah oleh
Allah. Namun janganlah menjadikan kita berkecil hati karena
sesungguhnya Allah telah berfirman dalam surat Al-Baqarah
155.
“dan sesungguhnya Kami akan menguji dengan sesuatu cobaan,
seperti ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan
buah-buahan. Namun gembirakanlah orang-orang yang sabar”.
dan dalam surat Al-Baqarah 45,
“Minta tolonglah kepada Allah dengan bersikap sabar dan
mengerjakan shalat. sesungguhnya shalat itu amat berat
dirasakan, kecuali bagi orang-orang yang khusuk”
Setelah secara perlahan hati / jiwa kita kembali ke fitrah
dimana penyakit-penyakit hati seperti riya’, takabur,
prasangka buruk, ingkar janji, fitnah, mempertuhankan hawa
nafsu, dll. Tidak ada lagi didalam hati/jiwa, maka hati kita
kini bagaikan selembar kertas yang putih bersih. Tanda-tanda
hati / jiwa yang bersih secara jelas tertulis dalam
firman-Nya surat Al-Anfal 23.
“Adapun orang-orang yang beriman itu, ialah mereka apabila
disebut nama Allah, terasa kecut hatinya dan apabila
dibacakan kepadanya ayat-ayat Nya, bertambah kuat imannya,
dan mereka bertawakal kepada Tuhannya”.
“Mereka tetap mengerjakan shalat dan menafkahkan sebagian
rezeki yang Kami anugrahkan kepada mereka”.
Tahapan berikutnya kita isi hati / jiwa dengan sifat-sifat
yang terpuji. dimana sifat-sifat terpuji ini bersumber dari
sifat-sifat Allah SWT yang sekaligus merupakan hakekat dari
kekuasaan-Nya dan tertera pada asma-asma-Nya.
Hasil dari dzikir jiwa ini terlihat secara nyata dalam
kehidupan sehari-hari, sebagai contoh
* Seseorang yang tadinya bertemprament tinggi dan tensi
darah yang tinggi setelah kontinu melakukan dzikir jiwa
dengan asma-Nya Ya Rahmaan Ya Rahim Ya Lathif dengan penuh
rasa hamba akan timbul sifat kasih sayang, lembut dan tensi
darah menjadi normal.
* Seseorang yang tadinya tidak dapat mengendalikan nafsu
syahwatnya, dengan kontinu mengagungkan Alah dengan asma-Nya
Ya Malikul Quddus, nafsu syahwatnya dapat terkendali.
Banyak sudah penelitian-penelitian ilmiah tentang manfaat
dari dzikir jiwa, antara lain,
* Penelitian oleh F.N Pits Jr dan J.N Mc. Lure Jr dari
Washingthon University Scholl di St Louis tahun 1967, dizikir
jiwa/relaxaxi berakibat konsumsi oxygen menurun dan produksi
alpha wave menurun. Ini berarti penurunan lactate darah,
suatu zat yang diproduksi oleh metabolisme urat sraf. Jadi
dzikir jiwa ini dapat menolong orang yang menderita tekanan
darah tinggi, rasa takut dan khawatir serta rasa sedih dan
bingung (psikosomatic)
* Penelitian oleh David R. Frew yang memuat dalam Academy
Of Management Journal 17 No. 2 tahun 1974 di Amerika Serikat
menyatakan bahwa terjadinya produktivitas yang sangat
meningkat terhadap orang yang menjalankan dzikir jiwa.
* Hasil dari fotographi yang memanfaatkan technologi
canggih KERLIAN FOTOGRAFI, dimana dapat dilihat nur atau yang
sekarang disebut aura dari seseorang. terdapat perbedaan yang
menyolok antara aura yang biasa berdizikir dengan yang tidak.
Jasa fotographi kini sudah bisa didapat di Jakarta.
Dari pemaparan diatas insya Allah semakin menambah keyakinan
dan keimanan kita bahwasanya kekuasaan Allah diatas
segala-galanya, tiada tempat bergantung, momohon kecuali
kepada Allah dan Al-Qur’an merupakan tuntunan jalan hidup
dari-Nya yang selalu relevan sampai akhir zaman.